Category: Pengabdian Masyarakat

  • Pelatihan Creative Interactive Media: Mendekatkan Siswa SMK pada Dunia Desain UI/UX

    Pelatihan Creative Interactive Media: Mendekatkan Siswa SMK pada Dunia Desain UI/UX

    Latar Belakang

    Industri kreatif digital saat ini tidak lagi sekadar membutuhkan desainer visual yang mahir membuat poster atau konten media sosial. Perusahaan teknologi dan startup digital kini mensyaratkan kemampuan merancang user interface (UI) dan user experience (UX) — yakni kemampuan memahami alur interaksi pengguna, menganalisis kebutuhan, dan menghasilkan prototype produk digital yang dapat diuji.

    SMK Negeri 4 Bandung, sekolah kejuruan dengan sejarah panjang sejak 1962, memiliki program keahlian Multimedia yang menghasilkan siswa terampil di bidang desain grafis, editing video, dan animasi. Namun, berdasarkan observasi awal tim pengabdian Telkom University, siswa umumnya masih memandang desain sebagai proses estetika visual semata. Mereka belum terbiasa merancang produk digital berbasis kebutuhan pengguna, dan belum memiliki portofolio interaktif yang relevan dengan kebutuhan industri. Kesenjangan inilah yang menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Creative Interactive Media: Pelatihan UI/UX untuk Siswa Multimedia”.

    Pelaksanaan

    Kegiatan berlangsung pada Selasa, 22 Juni 2026, pukul 09.00–13.00 WIB di SMKN 4 Bandung. Tim pengabdian dari Telkom University hadir bersamaan dengan dua tim lain yang juga bermitra dengan sekolah yang sama, sehingga acara pembukaan diselenggarakan secara bersama di Aula SMKN 4, dihadiri Kepala Sekolah, Bapak Yudi Kartiwa, S.Pd., SST, M.Pd., beserta sekitar 20–30 guru.

    Setelah sesi pembukaan dan sambutan, tim bergerak ke ruang kelas untuk memulai pelatihan. Sebanyak 24 siswa kelas XI dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknologi Komputer Jaringan menjadi peserta sesi ini. Pelatihan dibuka oleh ketua tim, Dr. Ismail, S.Si., M.T., dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Aprianti Putri Sujana, S.Kom., M.T. Materi disampaikan selama kurang lebih 1,5 jam, mencakup konsep dasar UI/UX, proses desain berbasis pengguna, hingga demonstrasi langsung penggunaan Figma — perangkat lunak desain antarmuka yang banyak digunakan industri. Sesi tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan antusiasme peserta terhadap topik yang disampaikan. Kegiatan ditutup dengan sesi kuis berhadiah (door prize) yang disambut antusias oleh peserta. Tiga hadiah yang disediakan habis terbagi dalam waktu singkat.

    Hasil dan Dampak

    Survei umpan balik menunjukkan respons positif dari peserta: 82,5% menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa materi sesuai dengan kebutuhan, jelas, dan mudah dipahami, serta berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang. Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan mulai menggeser paradigma desain mereka — dari sekadar membuat tampilan menjadi merancang solusi berbasis kebutuhan pengguna — sekaligus memiliki bekal awal untuk membangun portofolio digital yang relevan dengan industri kreatif Kota Bandung.

  • Optimalisasi Penggunaan Aplikasi Kecerdasan Artifisial dan Internet Sehat untuk Pembelajaran Siswa SMA

    Optimalisasi Penggunaan Aplikasi Kecerdasan Artifisial dan Internet Sehat untuk Pembelajaran Siswa SMA

    Pesantren Agrobisnis Tunas Qur’an Bandung merupakan lembaga tahfidz (penghafalan Al-Qur’an) mandiri yang berlokasi di Cimenyan, Kabupaten Bandung, tepatnya Jalan Siliwangi RT.06/RW.01, Mekarmanik, Kec. Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40137. Secara geografis pesantren ini terletak di bagian utara Kota Bandung. Pesantren Tunas Qur’an tidak hanya berfokus pada pendidikan agama dan penghafalan Al-Qur’an, tetapi juga membekali para santrinya dengan kemampuan wirausaha, manajemen, dan ketahanan pangan. Dengan tagline “Rumah untuk Para Hafidzah Pecinta Alam”.

    Pesantren Tunas Quran adalah lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada pembelajaran Al-Qur’an dan pembentukan karakter generasi muda. Didirikan dengan semangat mencetak generasi hafidz yang tidak hanya kuat hafalannya, namun juga kokoh akhlaknya dan siap berkontribusi bagi peradaban. Dengan pendekatan terpadu antara ilmu, amal, dan akhlak, Tunas Quran menghadirkan lingkungan belajar yang mendalam secara spiritual, mendidik secara intelektual, dan mengasah keterampilan hidup secara aplikatif dan kontekstual. Program-program kami dirancang untuk membentuk santri yang Qurani, tangguh, dan berdaya guna di tengah tantangan zaman.

    Sebagai bagian dari visi pendidikan berkelanjutan, Tunas Quran juga mengembangkan diri sebagai Pesantren Agrobisnis, tempat santri belajar langsung mengenai ketahanan pangan, konservasi lingkungan, dan kemandirian ekonomi, semua berpijak pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menuju generasi yang hafidz, mandiri, dan peduil. Pesantren Tunas Quran memiliki berbagai program dan kegiatan untuk hafidzah diantara lain:

    1. Tahfidz Al-Qur’an: Program utama dengan target hafalan yang terstruktur, seperti program “Pesantren Mahasiswa (Sansa)” dengan target hafalan yang sangat lancar.
    2. Agrobisnis dan Kewirausahaan: Para santri dilatih untuk mandiri melalui pengelolaan kebun sayur Mereka juga belajar bercocok tanam dan menjual produk dari masyarakat sekitar sebagai praktek kewirausahaan.
    3. Unit Kegiatan Mahasantri (UKM): Terdapat berbagai unit kegiatan untuk mengembangkan minat dan bakat santri, antara lain Pertanian, Peternakan, Media & Penyiaran, Olahraga, dan Dakwah.

    Seiring perkembangan teknologi, dunia pendidikan dituntut untuk beradaptasi dengan era digital yang semakin dinamis. Siswa dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi digital dalam meningkatkan kemampuan belajar yang interaktif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran santri Pesantren. Salah satu teknologi yang semakin berkembang pesat adalah kecerdasan artifisial dan teknologi Internet. Pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam bidang pendidikan, seperti chatbot berbasis Natural Language Processing (misalnya ChatGPT), telah terbukti dapat membantu santri dalam pembelajaran di kelas, memperkaya variasi metode pembelajaran, serta meningkatkan keterlibatannya.

    Bagi santri Pesantren Agrobisnis Tunas Quran, penguasaan tools berbasis kecerdasan artifisial menjadi peluang untuk mengoptimalkan pembelajaran santri. Kecerdasan artifisial dapat membantu dalam pembuatan materi ajar yang lebih kontekstual, memberikan umpan balik lebih cepat, hingga mendukung personalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Namun, pemanfaatan kecerdasan artifisial masih memerlukan bimbingan agar para santri dapat menggunakannya secara tepat, etis, dan efektif. Oleh karena itu, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas), Telkom University berinisiatif memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai optimalisasi penggunaan tools kecerdasan artifisial bagi santri Pesantren Agrobisnis Tunas Quran Bandung. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi santri dalam memanfaatkan teknologi digital, sehingga mampu mendorong terciptanya proses belajar mengajar yang inovatif, dinamis, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

  • Pengabdian Masyarakat Pembuatan Video Senam Ringan untuk Lansia di Perumahan Sukamenak Indah, Kabupaten Bandung

    Pengabdian Masyarakat Pembuatan Video Senam Ringan untuk Lansia di Perumahan Sukamenak Indah, Kabupaten Bandung

    Indonesia bergerak menuju era penuaan penduduk. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan pada tahun 2035, jumlah lansia mencapai 11% dari total populasi. Statistik ini membawa pesan penting: kita harus siap memastikan generasi senior tetap aktif, sehat, dan mandiri. Akan tetapi, tantangan nyata sering kali menghalangi, mulai dari keterbatasan mobilitas hingga kurangnya panduan olahraga yang aman bagi mereka. Berkaitan dengan hal tersebut, tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dari Telkom University yang dipimpin Bapak Ismail dari Program Studi S1 Terapan Teknologi Rekayasa Multimedia, berinisiatif melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk pembuatan video panduan senam ringan harian untuk warga lansia di Perumahan Sukamenak Indah RT 06 RW 01, Desa Sayati. Tim dibantu juga oleh Bapak Mindit Eriyadi (dosen S1 TRM) dan juga 3 orang mahasiswa yang bertugas sebagai editor video, yaitu Hanum Febriyani, Nurfitria Dynda Camelia, dan Fatkhur Royyan.

    Latar belakang program ini berakar dari kondisi warga lansia di wilayah Sukamenak Indah yang cenderung pasif secara fisik. Banyak yang ingin berolahraga namun khawatir risiko cedera atau merasa bingung karena instruksi yang terlalu rumit.

    Tujuan utama program ini adalah memberikan kendali penuh bagi lansia atas kesehatan mereka sendiri. Dengan akses video digital, ketergantungan pada instruktur luar dapat dikurangi. Selain itu, video ini diharapkan menjadi media edukasi berkelanjutan yang merekatkan hubungan antar-generasi, anak atau cucu dapat ikut menemani orang tua mereka berolahraga di rumah.

    Kegiatan dilaksanakan Sabtu, 6 Desember 2025, mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Kegiatan pembuatan video ini melibatkan warga lokal sebagai tim pengambil gambar dan Bapak Sjaeful Adjiz, selaku Ketua RT 06, yang terjun langsung menjadi talenta peraga gerakan.

    Kegiatan abdimas ini menghasilkan 12 video gerakan senam ringan ditambah satu video pembuka. Gerakan yang dipilih meliputi:

    1. Kekuatan Kaki dan Keseimbangan: Box Squat, Wall Squat, Calf Raises, dan Leg Abduction.
    2. Kekuatan Otot Inti: Glute Bridge, Straight Leg Lift, dan Supine Marching.
    3. Kekuatan Tubuh Atas: Wall Push Up, Bicep Curl, dan Tricep Extension.
    4. Kelenturan: Gerakan Isometrik dan Dinamis.

    Produk akhir berupa video ini didistribusikan secara bertahap kepada warga melalui grup WhatsApp. Pendekatan digital ini dipilih karena praktis, mudah diulang, dan sangat relevan dengan pola komunikasi masyarakat saat ini. Video tersebut kini menjadi aset digital milik warga yang dapat diputar kapan saja, bahkan saat pertemuan rutin di balai warga.

    Ke depannya, program ini diharapkan tidak berhenti pada distribusi video saja. Bapak Ismail dan pengurus RT setempat berharap inisiatif ini memicu terbentuknya “Duta Olahraga Lansia”—peserta aktif yang memotivasi rekan sejawatnya. Dengan kesuksesan di RT 06 Sukamenak Indah, model pemberdayaan ini berpotensi besar untuk direplikasi di RW atau desa lain, membuktikan bahwa teknologi sederhana dapat membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat yang tidak lagi produktif secara ekonomi.

  • Inovasi Pembelajaran Bahasa Sunda: Game Interaktif di SMP Telkom Bandung

    Inovasi Pembelajaran Bahasa Sunda: Game Interaktif di SMP Telkom Bandung

    Bahasa daerah adalah cerminan identitas budaya suatu masyarakat. Namun, tantangan kepunahan bahasa daerah adalah nyata akibat pembelajaran yang kurang efektif dan gempuran budaya luar. Menyadari hal ini, tim pengabdian masyarakat (abdimas) dari Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Multimedia (TRM) berinisiatif meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran Bahasa Sunda melalui pemanfaatan teknologi permainan. Tim ini beranggotakan dua dosen TRM, yaitu Dr. Ismail, S.Si., M.T. dan Mindir Eriyadi, S.Pd., M.T. Selain itu, tim ini juga dibantu oleh dua mahasiswa TRM, yaitu Muh. Fatih Akram Salim dan Muhamad Fikri Haikal.

    Kegiatan abdimas ini dilaksanakan di SMP Telkom Bandung, sebuah institusi pendidikan yang dikenal dengan fokus pada teknologi informasi dan komunikasi, serta program-program unik lainnya. Berlokasi di Jl. Radio, Citeureup, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, SMP Telkom Bandung merupakan mitra strategis dengan komunitas sekolah yang aktif dan kehadiran online yang kuat.

    Pada hari Selasa, 29 Juli 2025, pukul 09.00 – 12.00 WIB, tim abdimas tiba di SMP Telkom Bandung. Kedatangan tim disambut Ibu Oos Rosyatin, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang didampingi Ibu Teti Sakinah Purnamasari, S.Pd., selaku guru Bahasa Sunda. Sebanyak 10 siswa kelas 8 turut berpartisipasi dalam kegiatan yang bertempat di laboratorium IPA/Serbaguna ini.

    Meskipun sempat terkendala teknis dengan perangkat game arcade yang tidak berfungsi optimal, kegiatan tetap berlangsung dengan baik. Tim beradaptasi dengan melakukan permainan berbasis tanya jawab langsung, tanpa menggunakan perangkat tapping RFID. Pendekatan ini terbukti berhasil. Selama sesi permainan, siswa sangat aktif dalam menjawab pertanyaan, dan Ibu Teti Sakinah Purnamasari pun turut berpartisipasi aktif, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.

    Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB, ditutup dengan pembagian hadiah bagi peserta dan sesi foto bersama. Inisiatif ini menjadi awal bagi usaha yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan untuk berinovasi dalam metode pembelajaran, khususnya melalui permainan. Inovasi dalam metode pembelajaran diharapkan mampu menumbuhkan kembali penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat melestarikan warisan budaya yang tak ternilai harganya ini.

  • Pengabdian masyarakat di SDN Cihanjaro “Pentingnya Keterampilan Digital untuk Anak dalam Persiapan Masa Depan”

    Pengabdian masyarakat di SDN Cihanjaro “Pentingnya Keterampilan Digital untuk Anak dalam Persiapan Masa Depan”

    Bandung, 17 Oktober 2024 – Dalam rangka program pengabdian masyarakat, Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Multimedia bekerja sama dengan Lab Connection, Program Studi S1 Teknik Komputer, Fakultas Teknik Elerto, mengadakan seminar di SDN Cihanjaro, Desa Sukamaju, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Seminar bertema “Pentingnya Keterampilan Digital untuk Anak dalam Persiapan Masa Depan” ini diselenggarakan pada Kamis, 17 Oktober 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 10 wali murid dan bertujuan untuk memberikan wawasan kepada orang tua mengenai pentingnya pengawasan penggunaan gadget pada anak-anak serta membimbing mereka dalam memanfaatkan teknologi secara positif.

    Program pengabdian masyarakat ini merupakan hasil kolaborasi akademisi dan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua dalam membimbing anak-anak dalam penggunaan teknologi. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Dr. Duddy Soegiarto, S.T., M.T., selaku Ketua Program Pengabdian Masyarakat. Dalam acara ini, dua mahasiswa dari Jurusan D4 Teknologi Rekayasa Multimedia membawakan materi yang relevan dengan permasalahan penggunaan gadget pada anak-anak.

    Mahasiswa pertama, Ditha Selviana Rahman, membawakan materi berjudul “Strategi Penggunaan Gadget yang Bijak untuk Anak-anak.” Dalam materinya, Ditha menekankan pentingnya pengaturan waktu penggunaan gadget bagi anak-anak serta memberikan tips untuk mengarahkan anak menggunakan teknologi secara produktif. Ia juga membahas berbagai aplikasi dan program edukatif yang dapat membantu anak belajar sambil bermain, sehingga gadget dapat dimanfaatkan sebagai alat yang mendukung perkembangan anak. Selain itu, ia juga menekankan perlunya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak dalam menetapkan aturan penggunaan teknologi.

    Sementara itu, mahasiswa kedua, Nikita Kinar Mutiara Shinta, membawakan materi berjudul “Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak melalui Pendampingan Orang Tua.” Nikita menjelaskan bagaimana keterlibatan aktif orang tua sangat penting dalam memantau aktivitas anak-anak saat menggunakan perangkat digital. Ia juga berbagi wawasan mengenai cara menciptakan keseimbangan antara waktu layar dengan aktivitas fisik dan sosial lainnya. Selain itu, ia membahas tentang dampak psikologis yang dapat ditimbulkan akibat kecanduan gadget dan cara mengatasinya.

    Selama kegiatan berlangsung, para wali murid berpartisipasi aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab. Mereka berbagi pengalaman serta tantangan dalam mengatur penggunaan gadget anak-anak di rumah. Beberapa wali murid juga menyampaikan bahwa seminar ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta juga mendapatkan panduan tertulis yang merangkum strategi penggunaan gadget secara sehat bagi anak-anak.

    Seminar ini ditutup dengan sesi evaluasi dan kesimpulan dari narasumber. Para peserta didorong untuk menerapkan teknik yang telah dipelajari guna membantu anak-anak tumbuh dengan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan aktivitas lainnya. Langkah selanjutnya dari program pengabdian ini adalah pendampingan lanjutan bagi wali murid untuk memastikan implementasi strategi yang telah disampaikan berjalan efektif. Selain itu, pihak penyelenggara juga berencana untuk mengadakan sesi konsultasi individual bagi para orang tua yang menghadapi tantangan spesifik terkait penggunaan teknologi oleh anak-anak mereka.

    Dengan adanya seminar ini, diharapkan para orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik dalam membimbing anak-anak mereka agar tidak kecanduan gadget, sekaligus memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung perkembangan anak di era digital. Program ini juga membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara akademisi dan masyarakat dalam mengembangkan metode edukasi yang lebih efektif terkait penggunaan teknologi di lingkungan keluarga.

  • Pelatihan Pembuatan Game Edukasi Interaktif dengan Unity 3D di SMKN 1 Cianjur

    Pelatihan Pembuatan Game Edukasi Interaktif dengan Unity 3D di SMKN 1 Cianjur

    Universitas Telkom Berkolaborasi dengan SMKN 1 Cianjur untuk Meningkatkan Literasi Digital Pada hari Jumat, 6 September 2024, Universitas Telkom melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) mengadakan Pelatihan Pembuatan Game Edukasi Interaktif dengan Unity 3D di SMKN 1 Cianjur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa/i dan memberikan keterampilan dalam pengembangan game edukatif berbasis teknologi.

    Pelatihan ini diberikan oleh Aprianti Putri Sujana, S.Kom., M.T. dan Desy Puspa Rahayu, S.Pd., M.T., yang membimbing siswa/i dalam sesi brainstorming untuk mengembangkan konsep game edukasi yang kreatif dan inovatif. Dengan pendekatan interaktif, peserta diajak memahami dasar-dasar pengembangan game menggunakan Unity 3D, termasuk pemrograman game, desain grafis, dan animasi.

    Antusiasme Tinggi dari Siswa dan Dukungan Penuh dari Pihak Sekolah

    Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dan diterima secara langsung oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Cianjur, Bapak Ir. Wawan Mawardi, M.M.Pd., serta Ketua Jurusan, Pak Yaqub Hadi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Telkom dalam membantu meningkatkan kompetensi siswa di bidang teknologi digital.

    Siswa/i yang mengikuti pelatihan ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam menggali ide-ide baru dan mengembangkan proyek game edukasi mereka sendiri. Melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik langsung, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru tetapi juga pengalaman nyata dalam menciptakan game yang memiliki dampak edukatif.

    Kerjasama Jangka Panjang antara Universitas Telkom dan SMKN 1 Cianjur Pelatihan ini merupakan bagian dari kerjasama dua tahun antara Universitas Telkom dan SMKN 1 Cianjur, sebagaimana yang telah disepakati dalam MoU. Dalam dua tahun ke depan, akan ada berbagai kegiatan lanjutan seperti workshop, pelatihan lanjutan, dan pendampingan proyek pembuatan game untuk terus mendukung pengembangan keterampilan digital siswa/i. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan lulusan SMKN 1 Cianjur tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang kuat tetapi juga siap bersaing di dunia industri kreatif dan teknologi digital.

    📌 Tetap ikuti perkembangan program ini dan saksikan bagaimana siswa/i SMKN 1 Cianjur menciptakan game edukasi inovatif yang dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan!

    #Abdimas #Unity3D #GameEdukasi #SMKN1Cianjur #UniversitasTelkom #LiterasiDigital #IndustriKreatif #GameDevelopment #EdTech #WorkshopGame

  • Pelatihan Photography, Videography dan Pemanfaatan Video 360 sebagai Media Promosi Destinasi Wisata Desa Patengan, Kecamatan Rancabali

    Pelatihan Photography, Videography dan Pemanfaatan Video 360 sebagai Media Promosi Destinasi Wisata Desa Patengan, Kecamatan Rancabali


    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pelatihan Photography, Videography dan Pemanfaatan Video 360 sebagai Media Promosi Destinasi Wisata Desa Patengan, Kecamatan Rancabali telah dilaksanakan pada Selasa, 27 Agustus 2024 bertempat di Rumah Makan Curug Renganis, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dalam memanfaatkan media visual sebagai sarana promosi destinasi wisata secara kreatif dan efektif di era digital.

    Pelatihan ini dipandu oleh Ady Purna Kurniawan, S.T., M.T., yang memberikan pembekalan materi mulai dari dasar fotografi dan videografi, teknik pengambilan gambar yang menarik, hingga pemanfaatan video 360 derajat sebagai media promosi imersif. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga praktik langsung terkait pengambilan konten visual yang sesuai dengan karakteristik destinasi wisata alam di Desa Patengan.


    Peserta kegiatan terdiri dari pengelola destinasi wisata, pemuda karang taruna, pelaku pariwisata, serta para content creator yang aktif melakukan promosi wisata. Dalam pelaksanaannya, peserta menggunakan berbagai perangkat seperti kamera DSLR, kamera mirrorless, kamera 360, serta handphone, sehingga materi pelatihan tetap relevan dan aplikatif sesuai dengan perangkat yang dimiliki oleh masing-masing peserta. Pendekatan ini mendorong inklusivitas serta kemudahan adopsi teknologi dalam kegiatan promosi.

    Berdasarkan hasil evaluasi dan umpan balik peserta, kegiatan ini memperoleh respons yang sangat positif. Peserta menilai materi pelatihan relevan dengan kebutuhan promosi wisata lokal, mudah dipahami, serta memberikan manfaat nyata untuk meningkatkan kualitas konten promosi. Seluruh peserta juga berharap agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang sebagai upaya berkelanjutan dalam mendukung pengembangan dan daya saing destinasi wisata Desa Patengan melalui pemanfaatan teknologi multimedia.

  • Penggunaan GibbonEdu untuk Sistem Informasi Sekolah di SMKT Karawang

    Penggunaan GibbonEdu untuk Sistem Informasi Sekolah di SMKT Karawang

    Sivitas Akademika SMKT Karawang belum banyak menggunakan layanan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan administrasi sekolah. Banyak kegiatan belajar mengajar dan administrasi sekolah yang dijalankan menggunakan dokumen fisik. Salah satu kendala untuk beralih ke penggunaan layanan teknologi informasi dan komunikasi adalah keterbatasan infrastruktur perangkat keras sistem dan jaringan komputer disertai tenaga ahli untuk pengoperasiannya

    Gambar 1 Sivitas akademika SMK Teknologi Karawang  sedang mengadakan upacara bendera

    Hal tersebut menyebabkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan administrasi sekolah menjadi relatif lebih lambat, kurang dinamis, dan kurang fleksibel. Di sisi lain SMKT Karawang telah mampu mengadakan layanan akses internet untuk masyarakat sekitarnya yang menandakan telah adanya kemampuan untuk menggunakan layanan cloud.

    Layanan cloud yang dapat diakses menggunakan jaringan internet memungkinkan sekolah untuk menggunakan layanan-layanan teknologi informasi dan komunikasi di internet yang dinilai cukup mahal dan sulit pengoperasiannya jika di pasang on premise dengan skema berlangganan bahkan tanpa biaya. Beberapa keunggulan penggunaan layanan cloud bagi institusi pendidikan dibandingkan dengan layanan on premise antara lain:

    1. Bersifat cost effective: sekolah dapat lebih mefokuskan penggunaan anggaran pada proses bisnis utama dan bukan pada komponen pendukung
    2. Fleksibel/dinamis: jenis layanan dan biaya yang dikeluarkan dapat dengan lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna
    3. Dapat diandalkan: ketersediaan dan kinerja layanan lebih terjamin

    Di sisi lain, penerapan penggunaan layanan cloud pada kegiatan pembelajaran dan admiistrasi sekolah juga tidak mudah. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan pihak sekolah antara lain:

    1. Kesiapan pengguna untuk mengadopsi teknologi cloud pada proses pembelajaran dan administrasi sekolah
    2. Ketersediaan tenaga pendukung dengan keahlian yang memadai untuk proses perawatan dan operasional
    3. Ketersediaan infrastruktur penunjang seperti akses internet yang memadai dan perangkat pengakses layanan seperti PC dan perangkat bergerak

    Pada kegiatan pengabdian masyarakat periode pertama tahun 2024 periode 2 ini telah diadakan akses ke layanan cloud berupa VPS (Virtual private Server) yang telah dipasang aplikasi web sistem informasi sekolah GibbonEdu (gibbonedu.org) yang dapat disesuaikan dengan proses belajar mengajar dan administrasi sekolah di SMKT Karawang. Sistem Informasi Sekolah (SIS) GibbonEdu merupakan SIS yang fiturnya cukup lengkap dan sudah digunakan oleh banyak sekolah di seluruh dunia. Alur kerjanya dibuat fleksibel untuk dapat mengakomodasi berbagai macam sistem pendidikan yang ada di berbagai belahan dunia.

    Gambar 2 Halaman login GibbonEdu

    Gambar 3 Fitur-fitur dalam GibonEdu tergolong lengkap untuk pengelolaan sekolah skala kecil hingga menengah

  • Implementasi Praktik Lintas Bidang (PLB) pada Materi Berpikir Komputasi untuk Tingkat SMP

    Implementasi Praktik Lintas Bidang (PLB) pada Materi Berpikir Komputasi untuk Tingkat SMP

    Di era globalisasi dan digitalisasi yang berkembang pesat, penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi kebutuhan utama dalam tiap aspek kehidupan. Berpikir komputasional, sebagai salah satu keterampilan penting di abad ke-21, telah menjadi kunci dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara efektif. Pemerintah melalui Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kemdikbudristek Nomor 008/H/KR/2022, menetapkan Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka, termasuk mata pelajaran Informatika.

    Mata pelajaran Informatika tidak hanya membekali peserta didik untuk menjadi pengguna komputer, tetapi juga mengembangkan mereka sebagai problem solver yang menguasai konsep inti, terampil dalam praktik TIK, dan berpandangan terbuka pada aspek lintas bidang. Namun, pendidikan informatika sering kali terbatas pada pengajaran dasar-dasar komputer dan pemrograman. Dalam perkembangan dunia yang semakin terintegrasi dengan teknologi, pendekatan ini tidak cukup. Berpikir komputasional membawa paradigma baru yang mengintegrasikan kemampuan pemecahan masalah, logika, dan kreativitas. Guru informatika di tingkat SMP harus dilengkapi dengan pemahaman mendalam tentang cara mengintegrasikan konsep-konsep ini ke dalam kurikulum dan metode untuk mengajarkannya secara efektif kepada siswa.

    Kemampuan berpikir komputasional memungkinkan siswa tidak hanya memahami cara kerja teknologi, tetapi juga menggunakan teknologi sebagai alat dalam memecahkan masalah kompleks di berbagai bidang. Oleh karena itu, membekali guru dengan keterampilan ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan siswa untuk masa depan yang semakin bergantung pada teknologi. Namun, salah satu tantangan utama dalam penerapan kurikulum Merdeka adalah menjembatani kesenjangan kompetensi antara kurikulum yang ditetapkan dan kesiapan guru dalam mengimplementasikannya. Banyak guru informatika di SMP belum sepenuhnya siap untuk mengadopsi pendekatan berpikir komputasional karena keterbatasan pelatihan dan sumber daya.

    Kondisi ini juga disadari oleh guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika Kabupaten Bandung. Dengan akan diwajibkannya implementasi kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2024, di mana mata pelajaran Informatika menjadi wajib di tingkat SMP, MGMP memandang kegiatan ini dapat memperkuat pondasi pemahaman guru-guru Informatika di tingkat SMP. Potensi pemberdayaan secara lebih detil pada guru, siswa, dan masyarakat umum sebagai tujuan jangka panjang dari kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup peningkatan kompetensi guru tingkat SMP, literasi digital siswa, peningkatan kualitas pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi.

    Dengan demikian, implementasi Praktik Lintas Bidang (PLB) pada materi berpikir komputasi di tingkat SMP menjadi langkah strategis dalam memajukan pendidikan dan mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan di era digital.

  • Telkom University Hadirkan Inovasi Produk Teh di Desa Marga Mulya Pasir Jambu Kabupaten Bandung

    Telkom University Hadirkan Inovasi Produk Teh di Desa Marga Mulya Pasir Jambu Kabupaten Bandung

    Dosen Prodi Perhotelan Telkom University Hadirkan Inovasi Produk Teh di Desa Marga Mulya Pasir Jambu Kabupaten Bandung

    Narasi Berita:

    Telkom University kembali mengukir prestasi dalam pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi yang dipersembahkan oleh para dosen Program Studi Perhotelan. Kali ini, fokus pengabdian menyasar ke Desa Marga Mulya, Pasir Jambu, Kabupaten Bandung dengan menghadirkan solusi inovatif dalam pengembangan produk teh lokal.

    Dosen-dosen Prodi Perhotelan Telkom University bersama dengan tim mahasiswa turut serta menggali potensi yang dimiliki oleh desa tersebut, khususnya dalam bidang pertanian dan kearifan lokal. Setelah melalui proses riset yang mendalam, mereka berhasil mengidentifikasi peluang besar pada industri teh di daerah tersebut.

    Inovasi produk teh yang diusung mencakup beragam aspek, mulai dari teknik penanaman, pengolahan, hingga pemasaran. Dengan pendekatan yang holistik, para dosen mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan kearifan lokal untuk menciptakan produk teh yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi di pasaran.

    Selain meningkatkan kualitas produk teh, program pengabdian ini juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani setempat mengenai praktik pertanian yang ramah lingkungan dan efisien. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani secara keseluruhan.

    Selanjutnya, melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal, produk teh inovatif ini akan dipasarkan secara luas, baik secara regional maupun nasional. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat desa Marga Mulya serta menjadi inspirasi bagi pengembangan produk unggulan di daerah lain.

    Ketua Program studi D3 Perhotelan Telkom University, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi dan kerja keras para dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membantu mengangkat potensi lokal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Dengan demikian, hadirnya inovasi produk teh ini bukan hanya sebagai simbol keberhasilan akademis, tetapi juga sebagai wujud nyata dari komitmen Telkom University dalam mengabdi kepada masyarakat dan memajukan potensi-potensi lokal yang ada.

Secret Link